Senin, 24 Oktober 2011

MEMAAFKAN???MANA TAHAAAAN??

Seringkali kita mendengar banyak orang berkata,"memaafkan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan"..Kata-kata tersebut tidak sepenuhnya salah.Memang benar orang bijak bahkan para rohaniwan berkata bahwa kita harus selalu memaafkan kesalahan orang lain yang menyakiti kita..tapi tentu saja seperti tadi sudah saya sampaikan bahwa untuk mengampuni atau memaafkan ternyata butuh kekuatan tersendiri. Tapi tahukah Saudara bahwa Tuhan Sang Pencipta kita sungguh luar biasa?..Dari sejak kita masih berupa sel,kita sudah ditakdirkan untuk menjadi pemenang..kita mengalahkan ribuan sel sperma yang lainnya sehingga jadilah kita seperti yang sekarang ini,artinya MENJADI PEMENANG adalah takdir atau destiny kita...pertanyaan selanjutnya adalah:menjadi pemenang terhadap apa?..Guys,seringkali justru yang sulit kita kalahkan adalah ego kita sendiri,harga diri kita,kesombongan kita,dan lain sebagainya..sementara mungkin kita berpikir bahwa yang harus kita kalahkan adalah yang di sekitar kita atau orang yang menyakiti kita...Ketika kita disakiti seseorang dan ada perasaan dendam dan benci di hati kita,sejujurnya ada sesuatu yg "sakit" di sini,di hati kita,dan rasanya gak bakal bisa pulih meski minum obat semujarab apapun...tapi taukah Anda bahwa semakin kita simpan itu "baik-baik" di kotak "penyimpanan" hati kita,maka makin lama akan terasa makin menyakitkan.Kebencian itu ibaratnya kotoran dalam perut kita...pada awalnya mungkin tidak akan menganggu,tapi lama-lama bila itu dibiarkan dan tidak dikeluarkan maka pasti akan sangat menganggu kesehatan kita...sama halnya dengan KEBENCIAN...bila itu dibiarkan menumpuk dan tersimpan rapi di hati kita,maka lama-kelamaan itu akan sangat menganggu "kesehatan" kita,dalam hal ini akan menganggu sikap dan perilaku kita.

Forgive 
Untuk memaafkan seseorang itu butuh niat yang serius,dan itu berarti kita harus benar-benar berusaha melepaskan setiap rasa kebencian kita terhadapnya. Ingat, memaafkan perbuatan seseorang terhadap kita dan memaafkan si pelaku perbuatan itu adalah dua hal yang berbeda. Walau tak pernah kita sadari seringkali kita memaafkan perbuatan dia, namun disudut hati terkecil, kita justru belum memaafkan orang yang berbuat salah ini, atau justru sebaliknya. Disinilah masalah awal yang harus kita tuntaskan.
Bila kemudian orang ini datang untuk meminta maaf, janganlah terburu-buru mengambil keputusan. Katakan padanya bahwa Anda membutuhkan waktu untuk berpikir. Memikirkan tentang seberapa besar anda telah terluka akibat perbuatannya. Terkadang ada beberapa dari kita yang bersikap munafik pada diri sendiri, mencoba membohongi diri bahwa kita baik-baik saja, kita tidak terluka, everything is fine. Jangan lakukan itu! Cobalah jujur pada diri sendiri. Terimalah bahwa anda telah dilukai. Oleh siapa, seberapa besar dan bagaimana dia telah menyakiti anda, renungkanlah semua.


Dan setelahnya Anda bisa mengambil langkah selanjutnya, yaitu mencoba memahami dia yang telah menyakiti Anda. Semua manusia saat baru pertama kali terlahir di dunia ini, tak ada satupun yang memiliki keinginan untuk menyakiti orang lain, baik itu secara fisik maupun batin. Jadi apa yang terjadi bertahun-tahun kemudian ketika dia mulai menyakiti orang lain? Mungkin itu akibat luka yang juga pernah dialaminya. Yang kemudian melampiaskan rasa sakitnya dengan menyakiti orang lain lagi, dan itu adalah merupakan pilihan yang salah. Jadi apakah anda akan membiarkan diri Anda menyimpan dendam seperti itu dan mengambil tindakan yang sama?
Mau sharing nih, dalam hidup saya juga menemui banyak orang dan hal-hal yang membuat saya merasa sedih. Saya terkadang melampiaskannya dengan menangis. Namun dalam tangis itu saya sering diam-diam berdoa sama Tuhan, agar dia dibukakan matanya atas perbuatan yang sudah dia lakukan. Saya berdoa begini sebenarnya bukan cuman untuk dia saja, tapi juga terlebih untuk menenangkan diri serta memberikan saya kekuatan, dan tak jarang dalam doa itu saya justru diingatkan bahwa ada satu saat dimana saya pun telah berbuat salah dan menyakiti orang lain. Dalam pikirku, setiap manusia tidak ada yang sempurna, tidak ada orang yang tidak pernah berbuat salah.Saya sadar saya bahkan tak mampu untuk bisa memaafkan dengan kekuatan saya sendiri.Jadi,saya terus berdoa agar saya punya pengertian dan pemahaman akan pribadi orang yang telah menyakiti saya.
Saya MEMILIH untuk memaafkan, Why? Karena bila kita tidak memaafkan, kita justru hanya berpaling dari suatu masalah. Dan seumur hidup kita tidak akan pernah bisa melepaskan diri dari masalah itu. Namun saat kita benar-benar memaafkan, kita akan kembali melangkah maju.

Face to face...
Jujur,tidak ada orang yang siap bertemu kembali dengan orang yang telah menyakitinya.Tapi sekali lagi saya sampaikan,MEMAAFKAN adalah pilihan.It's a choice!! So...kuat tidak kuat kita tetap harus menemui dia.Hadapi kenyataan,dan MENANGLAH..bukan atas dia yang telah menyakiti kita,tapi atas diri kita sendiri. Bukankah menjadi pemenang adalah takdir kita??Oh iya, tidak selamanya pihak yang bersalah yang harus membuka jalan . Kita sebagai korban jika memiliki hati yang besar, tak ada salahnya memulai percakapan. Jangan menunggu seseorang meminta maaf terlebih dahulu baru Anda mengambil aksi, karena tidak selamanya orang yang bersalah itu akan mengucapkan kata maaf, mungkin karena dia memang tidak menyadari kesalahannya atau bisa juga karena dia merasa segan untuk bertemu dengan Anda setelah apa yang dia perbuat terhadap Anda. Disinilah kita harus berperan lebih jauh. Jadi jika anda memang telah merasa siap, hubungilah dia.

Take things slowly...
Persoalan memaafkan, bukanlah sesuatu yang bisa diselesaikan dalam satu waktu saja. Ibaratnya seperti lapisan pada bawang, tiap kali kita mengupasnya, akan memberikan kita rasa pedih, marah, namun kita terus saja mengupasnya. Sama halnya dengan memberi maaf ini yang harus terus kita dengungkan dalam hati dan pikiran kita berulang-ulang untuk mengikis rasa benci dan amarah, meskipun pedih, meskipun pahit. Namun perlahan-lahan saat lapisan-lapisan itu mulai menipis, proses ini akan menjadi lebih mudah.Sedikit share...kadang saya harus ucapkan nama orang yang telah menyakiti saya,saya ucapkan namanya dan saya katakan bahwa saya memaafkan dia...itu saya katakan dengan mulut saya berulang-ulang sampai telinga saya dengar,sampai pikiran saya berkata bahwa saya memaafkan dia..dan..sedikit banyak hal itu sangat menolong...


Menjadi pemenang adalah takdir kita,tapi itu bukan berarti tanpa usaha...ketika kita memiliki kesungguhan untuk memaafkan,maka niscaya usaha kita tidak akan pernah sia-sia....

Kata bijak:
Dia yang lemah tak pernah bisa memaafkan. Memaafkan itu adalah sifat mereka yang kuat.
Mahatma Gandhi


Lisa Aiko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar